Kamis, 22 Maret 2018

Hemat Penggunaan Tisu, Bantu Kurangi Pohon Yang Ditebang



Pepohonan menjulang tinggi tampak asri ditemani butiran embun membasahi dedaunan yang kian menghijau. Burung-burung berkicauan tampak bersahutan, menandakan pagi telah datang. Ya, inilah sedikit pendeskripsian mengenai lingkungan kampusku yang di dominasi oleh pepohonan layaknya hutan. Bukan sembarang hutan, dengan didukungnya perkembangan zaman, kampusku terlihat bak bangunan indah ditengah pemandangan hijau. Layaknya hutan pada umumnya, kampusku didominasi dengan pohon tinggi menjulang dan lebat dengan dedaunan.
Berbicara mengenai pohon, banyak pepohonan di luar sana yang telah ditebang karena suatu kepentingan.  Sebagai bahan pembuatan tisu salah satunya. Sebagian dari kita sering meggunakan tisu dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini tisu merupakan hal wajib yang harus dibawa dalam situasi apapun.  Lantas apakah kalian tahu proses pembuatan tisu?
Pembuatan tisu berasal dari kayu, bahan utama kayu ini diperoleh dari penebangan pohon. Tak semua bagian kayu digunakan sebagai bahan pembuatan tisu, hanya saja diperlukan kulitnya. Dilansir dari laman Kaskus, pembuatan tisu dengan bahan dasar kulit kayu sudah sejak 1880-an, proses pembuatannya cukup panjang. Kulit kayu dijadikan pulp alias bubur kertas kemudian digiling terlebih dahulu dengan sebuah pengiring khusus  sebelum akhirnya menjadi lembaran tisu.
Banyaknya pohon yang ditebang untuk membuat tisu tidaklah sedikit. Menurut informasi yang didapat, satu pohon dengan usia enam tahun hanya dapat menghasilkan dua pack tisu dengan isi sekitar 40 lembar. Tak hanya itu, dalam laman Knowledge Centre Perubahan Iklim (ditjenppi.menlhk.go.id) menjelaskan mengenai hasil penelitian yan dilakukan oleh World Wildlife Fund (WWF). Dalam penelitiannya WWF menjelaskan, untuk pembuatan 3,2 juta ton tisu toilet diperlukan 54 pohon yang harus ditebang. Bisa kebayangkan jumlah penduduk Indonesia sekitar 200 juta jiwa dan mereka menggunakan tisu dalam kehidupan sehari-hari? Berapa banyak pohon yang harus di tebang lagi ?
Perlu kalian tahu, pemakaian tisu ternyata memiliki dampak negatifnya lho! Apalagi dari segi kesehatan, sering kali tisu digunakan untuk mengambil atau membungkus makanan misalnya gorengan atau kue kering. Untuk menghindari tangan kotor atau menyerap minyak, biasanya kita menggunakan tisu sebagai alas dari makana tersebut. padahal, banyak zat kimia yang terkandung di dalamnya lho Salah satunya adalah zat karsinogeneti, zat pemutih ini memang dtambahkan dalam pembuatan tisu agar tisu tampak lebih putih dan zat ini dapat memicu penyakit kanker. Jadi tetep mau menggunakan tisu sebagai alas makanan?
Tidak hanya dari segi kesehatannya saja, tisu juga dapat menyebabkan Global Warming  dan memicu terjadinya krisi oksigen, air, dan energi. Satu pohon mampu menghasilkan oksigen sedikitnya untuk tiga orang, jika pohon semakin krisis bukan hanya cuaca panas yang semakin dirasakan, melainkan suatu saat kita pun harus mengantongi botol oksigen setiap harinya.
Nah untuk itu, menghemat penggunaan  tisu merupakan hal yang dapat dilakukan sekarang ini. Dengan menghemat penggunaan tisu, sama dengan menolong ribuan pohon yang akan ditebang nantinya. Ingatlah pohon merupakan paru-paru dunia, dengan adanya pohon kita dapat menghirup udara segar sepuasanya. Jika tidak ada pohon, apa yang akan kita hirup? Polusi? Apa kalian rela menghirup udara kotor setiap harinya? Tentu tidak kan ?

 Menggunakan sapu tangan untuk menghemat penggunaan tisu.

            Menghemat penggunaan tisu dapat dimulai dengan mencuci tangan. Mencuci tangan menggunakan air setelah memegang sesuatu dapat mengurangi tisu yang digunakan. Selain itu dapat pula menggantinya dengan menggunakan sapu tangan. Seperti halnya teman kampusku yang satu ini, ya Adit Kurniawan atau kerap disapa Adit sering kali menggunakan tisu untuk membersihkan wajah bekas debu polusi di jalan . Apalagi di cuaca yang gak menentu seperti saat ini, mudah sekali ia terserang flu. Kebiasaannya menggunakan tisu, membuatku berani menegurnya untuk menggantinya dengan sapu tangan. Kalau bukan dari sekarang menghemat penggunaan tisu, kapan lagi? Kalau bukan aku yang menegur Adit siapa lagi? hehe

Tidak ada komentar:

Posting Komentar